Air Zamzam

Air Zamzam

Siapa yang tak kenal air Zamzam? Ya, air yang keluar dari mata air suci ini selalu dirindukan para jemaah haji atau umrah setiap kali berkunjung ke Tanah Suci. Tidak afdol rasanya, pergi ke Tanah Suci kalau tidak meneguk segarnya air Zamzam, dan kemudian membawanya pulang ke rumah sebagai oleh-oleh.

Zamzam sendiri berasal dari ucapan Siti Hajar, istri Nabi Ibrahim, saat menemui air di bawah kaki mungil putranya, Ismail. Zamzam artinya berkumpul, atau airnya berkumpul, hingga kemudian disebut lah Zamzam.

Sejarahnya bermula ketika Siti Hajar dan Ismail, yang ditinggal Nabi Ibrahim di padang tandus, gersang, tidak ada tanda-tanda kehidupan. Namun, Ibrahim meneguhkan Siti Hajar bahwa apa yang dia lakukan itu adalah perintah Allah.

Tiba pada saatnya bekal yang dibawa Siti Hajar habis, dan Ismail kecil menangis kehausan, Siti Hajar yang saat itu masih menyusui pun mulai kehabisan karena tidak ada asupan makanan. Ia mulai gelisah dan mencari makanan di padang tandus yang kelak bernama Mekah itu.

Siti Hajar berlari ke bukit Marwa mencari kemungkinan makanan dan minuman, lalu kembali lagi ke bukit Shafa, lalu kembali lagi ke Bukit Marwa. Tak terasa, Siti Hajar sudah bolak-balik sebanyak 7 kali.

Apa yang dilakukan Siti Hajar ini kelak dinamakan Sa’i, yang dijadikan rukun haji. Sa’i adalah berlari-lari kecil diantara bukit Shafa dan Marwa selama 7 kali.

Setelah 7 kali berlari antara bukit Shafa dan Marwa, Siti Hajar melihat ke arah anaknya yang tadinya menangis tiba-tiba terdiam. Dari arah kaki mungil Ismail tiba-tiba mengeluarkan air yang melimpah.

Siti Hajar lalu berlari menghampiri Ismail kegirangan. Kemudian Siti Hajar berkata “Zamzam (berkumpullah)”. Kelak mata air ini dinamanan Air Zamzam, yang menjadi sumber kehidupan di padang tandus ini, dan mata airnya tidak pernah kering sampai saat ini.

Mata air Zamzam ini sempat tertutup setelah ribuan tahun tak terawat sepeninggal Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail. Kakek Nabi Muhammad, Abdul Muthalib lah yang kemudian menggali mata air Zamzam dan dibuat seperti sumur. Terakhir dilakukan pemugaran oleh pemerintah Arab Saudi pada tahun 1980 Masehi.

Sumur Zamzam hanya berjarak 20 meter sebelah tenggara Ka’bah. Air Zamzam memiliki kandungan istimewa yang membuatnya sangat berkhasiat. Bahkan dalam riwayat yang disampaikan At Thabarani dalam kitab Al Mu’jamaul Kabir dan Ibnu Abbas ra, Nabi Muhammad SAW pernah bersabda tentang air Zamzam yang artinya:

“Sebaik-baiknya air di permukaan bumi ialah air Zamzam, padanya terdapat makanan yang menyegarkan dan padanya terdapat penawar bagi penyakit.”

Scroll to Top