Tidak boleh memberi mudharat, sengaja ataupun tidak

Dari Abu Sa’id Sa’ad bin Malik bin Sinan Al-Khudri radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Tidak boleh memberikan mudarat tanpa disengaja atau pun disengaja.”

(Hadits hasan, HR. Ibnu Majah, no. 2340; Ad-Daraquthni no. 4540, dan selain keduanya dengan sanadnya, serta diriwayatkan pula oleh Malik dalam Al-Muwaththa’ no. 31 secara mursal dari Amr bin Yahya dari ayahnya dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tanpa menyebutkan Abu Sa’id, tetapi ia memiliki banyak jalan periwayatan yang saling menguatkan satu sama lain)

[Hadits ini disahihkan oleh Syaikh Al-Albani dalam Silsilah Al-Ahadits Ash-Shahihah, no. 250]
.
Dari hadits ini Syaikh Ibnu ‘Utsaimin rahimahullah memberikan kaedah:

مَتَى ثَبَتَ الضَّرَرُ وَجَبَ رَفْعُهُ وَمَتَى ثَبَتَ الإِضْرَارُ وَجَبَ رَفْعُهُ مَعَ عُقُوْبَةِ قَاصِدِ الإِضْرَارِ

“Jika ada dharar kapan pun itu, wajib dihilangkan. Kapan juga adanya dhirar (bahaya yang disengaja), wajib pula dihilangkan disertai adanya hukuman karena mudarat yang diberikan dengan sengaja.”

(Syarh Al-Arba’in An-Nawawiyyah, hlm. 354)

View this post on Instagram

Dari Abu Sa’id Sa’ad bin Malik bin Sinan Al-Khudri radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tidak boleh memberikan mudarat tanpa disengaja atau pun disengaja.” (Hadits hasan, HR. Ibnu Majah, no. 2340; Ad-Daraquthni no. 4540, dan selain keduanya dengan sanadnya, serta diriwayatkan pula oleh Malik dalam Al-Muwaththa’ no. 31 secara mursal dari Amr bin Yahya dari ayahnya dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tanpa menyebutkan Abu Sa’id, tetapi ia memiliki banyak jalan periwayatan yang saling menguatkan satu sama lain) [Hadits ini disahihkan oleh Syaikh Al-Albani dalam Silsilah Al-Ahadits Ash-Shahihah, no. 250] . Dari hadits ini Syaikh Ibnu ‘Utsaimin rahimahullah memberikan kaedah: مَتَى ثَبَتَ الضَّرَرُ وَجَبَ رَفْعُهُ وَمَتَى ثَبَتَ الإِضْرَارُ وَجَبَ رَفْعُهُ مَعَ عُقُوْبَةِ قَاصِدِ الإِضْرَارِ “Jika ada dharar kapan pun itu, wajib dihilangkan. Kapan juga adanya dhirar (bahaya yang disengaja), wajib pula dihilangkan disertai adanya hukuman karena mudarat yang diberikan dengan sengaja.” (Syarh Al-Arba’in An-Nawawiyyah, hlm. 354) . . Yuk, kita amalkan SUNNAH RASULULLAH IKHTIAR MAKSIMAL, jaga diri sama dengan jaga keluarga, jaga sahabat / teman dan berdo`a semoga terhindar dari wabah COVID19 ➖➖➖➖➖➖➖➖⁣➖➖➖➖➖➖➖ INFO & PENDAFTARAN UMROH / HAJI: . HOTLINE: 0811-900-561 (Whatsapp/call) . Customer service Kami siap layani anda: ⏰ Senin-Sabtu 08.00-17.00 WIB 📞 0811-956-9400 (Whatsapp/call) 📞 0811-956-2300 (Whatsapp/call) . 🏢 Kantor Travel KITA: 📌 Jln. Inpres Raya No.1, Larangan Utara, Larangan-Kota Tangerang, 15154 ☎ 021-222-73120 🌐 www.travelkita.co.id . #ustadzamminurbaits #ustadzfirandaandirja #ustadzfarhanabufuraihan #ustadzharitsabunaufal #ustadzwiramandiribachrum #ustadzaldiferdian #ustadzagungbudiardi #travelumroh #umrohjakarta #infoumroh #umrohsunnah #umrohhemat #umrohsesuaisunnah #umrohterbaik #umrohkeluarga #umrohpromo2021 #hajifuroda #hajifuroda2021 #daftarhaji #hajisesuaisunnah #travelhajisunnah . Insyaa Allah sesuai Al-Qur‘an dan As-Sunnah.

A post shared by Travel Kita RANIA (@travelkita.official) on

Scroll to Top